JAKARTA (RIAUSKY.COM) - Bupati Pelalawan HM Harris kembali yakin pemerintah pusat terkait gagasannya membangun teknoplitan di daerahnya.
Hal ini beliau paparkan saat mengikuti workshop Pemanfaatan Minyak Sawit untuk Green Fuel yang ditaja BPPT RI, Masyarakat Bio-Hidrokarbon (MBI) dan BKK-PII di RuangAuditorium Gedung 2 BPPT Lantai 3, Jl. MH Thamrin No. 8, Jakarta Pusat. Selasa (16 Juli 2019).
Disamping menjadi narasumber, beliau juga meninjau Pameran hasil-hasil inovasi teknologi pemanfaatan minyak dan limbah kelapa sawit.
"Nantinya akan ada perumuskan rekomendasi untuk penyusunan kebijakan dalam rangk penyelesaian permasalahan dibidang kelapa sawit dan menyebarkan informasi inovasi-inovasi dibidang teknologi pemanfaatan minyak sawit untuk green fuel,"ucap HM Harris saat konfirmasi awak media ini. Selasa (16 Juli 2019).
HM Harris lebih jauh memaparkan bahwa konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia naik sebagai konsekuensi dari kenaikan jumlah penduduk dan peningkatan pendapatan per-kapita.
"Dari data Kementerian ESDM, kebutuhan BBM 1,3 juta barel/hari dipenuhi dari kilang dalam negeri 910 ribu barel/hari dan impor 370 barel/hari serta biodiesel 50 ribu barel/hari. Akibatnya, negara mengalami defisit neraca perdagangan tahun 2018 sebesar US $ 8,57 milyar yang sebagian besar
disumbangkan dari defisit impor migas sebesar US $ 13,4 milyar," imbuhnya.
Untuk itu harus ada upaya untuk mengurangi impor BBM dengan melakukan diversifikasi BBM dengan sumber energi lain terutama bahan bakar nabati atau green fuel.
"Nah di Kabupaten Pelalawan kita punya kawasan Teknopolitan. Sebagai pusat industry hilir kelapa sawit. Hanya saja kemampuan anggaran daerah minim, maka kita perlu dukungan banyak pihak, khususnya pemerintah pusat melalui anggaran APBN,"ujar bupati dua priode ini. (R09)
Listrik Indonesia

